Sunday, 28 August 2016

28 Agustus 2016... Bayi tabungku yang kelima

Sedang menunggu di ruang tunggu rumah sakit...
Hari ini jadwal suntik hari ke-12 dan USG terakhir, kalau hasilnya hari ini bagus dan tidak perly penambahan dosis apapun.
Yaaa... ini adalah program bayi tabungku yang ke-5, dan masih IVF.
Kenapa aku masih "ngotot" dan belum mau menyerah untuk menambah anak? Jawaban yang sederhana menurutku... aku masih diberi kesempatan untuk ini.
Selebihnya adalah kembali lagi ke diriku sendiri apakah masih mau mencoba atau cukup sampai kemarin.
Suami sudah memberi jalan untukku ga memikirkan masalah dana yang diperlukan, keputusan ada di tanganku apakah mau atau tidak. Untuk hasilnya, selebihnya kami serahkan pada Yang Di Atas apakah kami masih diberi kesempatan untuk mendidik dan merawat seorang (atau lebih) anak berikutnya. Kalaupun (amit2) kami masih belum diberi kesempatan lagi, yang perlu kutanamkan di otakku adalah bersyukur dengan apa yang boleh kami terima sampai hari ini.

Rincian progress IVF bulan ini:
17 Agustus
Mens hari pertama

18 Agustus
Mens hari kedua, suntik pertama FSH 150iu.
Cek darah FSH, Estradiol, AMH.

19 Agustus
Mens hari ketiga, suntik kedua FSH 150iu.

20 Agustus
Mens hari keempat, suntik ketiga FSH 150iu.

21 Agustus
Mens hari kelima, suntik keempat FSH 150iu.

22 Agustus
Mens hari keenam, suntik kelima FSH 150iu.
USG, ovary kanan dan kiri masing2 ada sekitar 6 folikel.
Cek darah Estradiol.

23 Agustus
Mens hari ketujuh, suntik keenam FSH 150iu, Cetrotide 25mg.

24 Agustus
Mens hari kedelapan, suntik ketujuh FSH 150iu, Cetrotide 25mg.
USG, ovary kiri sudah ada folikel lebih dari 10, ovary kanan masih berkisar 6.
Cek darah Estradiol.

25 Agustus
Mens hari kesembilan, suntik kedelapan FSH 150iu, Cetrotide 25mg.

26 Agustus
Mens hari kesepuluh, suntik kesembilan FSH 150iu, Cetrotide 25mg.
USG, ovary kiri dan kanan makin banyak folikel yang ada, mungkin ditotal sudah sekitar 20.
Cek darah Estradiol.
*cek darah hari ini membuatku sakit 😭 diambil di lengan kanan, darahnya ga keluar, jadi jarum ditarik & ditusuk ulang berkali2. Hasilnya lengan kananku lebam besar. Ambil darah ulang di lengan kiri.

27 Agustus
Mens hari kesebelas, suntik kesepuluh FSH 150iu, Cetrotide 25mg.

28 Agustus
Mens hari keduabelas.
Jadwal USG hari ini, tapi kami masih menunggu dokternya datang.

Wish me luck ya 😊 semoga kali ini berhasil dan memberikan adik buat Ems.

Friday, 8 April 2016

08 April 2016

08 April 2016

Rasanya sudah lama banget ga nengok2 ini blog 😅
Sejak program terakhir yang hasilnya gagal, ga terasa sudah 7 bulan berlalu, aku semakin menyibukkan diri dengan Ems. Berkutat bermain sambil belajar hal2 baru untuk Ems. Aku mulai mencari tau tentang metode montessori yang banyak dipraktekkan mama2 di IG, begitu banyak hal yang membuatku terinsiprasi untuk mengajarkan Ems setiap harinya.
Ditambah sekarang Ems sudah punya aktivitas sekolah setiap Senin & Kamis, masih ada hari2 lain di mana aku masih bisa mengajaknya bermain.
Banyak hal juga yang aku sadari perkembangan Ems sudah begitu pesat.
Rasanya banyak sekali hal yang ingin dikerjakan 😄 tapi kok kayaknya waktu ga cukup ya...
Aku udah ga sempat menulis lagi di blog, tapi aku mencoba menyampaikan aktivitas2 Ems melalui IG, jadi yang ingin tau bagaimana kegiatan kami akhir2 ini, coba aja tengok IGku, susantianggraeni, ya 😊
Semoga bisa memberi masukan untuk mama2 yang lain 😊

Saturday, 12 December 2015

Bayi tabungku yang keempat

30 Des 2015

IVF ketiga bayi tabung keempat, Sept 2015

4 Sept, Jumat
Ke dr kandungan kontrol hari pertama mens. Kata dokter bersih, ga ada kista & rahimnya juga bagus. Jadi terpikir mau program ulang.

5 Sept, Sabtu
USG ulang & suntik pertama, 225iu.

6 Sept, Minggu
Suntik ke-2, 225iu.

7 Sept, Senin
Suntik ke-3, 225iu.

8 Sept, Selasa
Suntik ke-4, 225iu.

9 Sept, Rabu
Suntik ke-5, 225iu.
Cek estradiol & USG. Ovary kanan 9 folikel telur, ovary kiri 8 folikel telur.

10 Sept, Kamis
Suntik ke-6, 225iu & Cetrotide 0.25mg.

11 Sept, Jumat
Cek estradiol & USG. Ovary kanan 9 folikel, ovary kiri 10 folikel.225iu & Cetrotide 0.25mg.

12 Sept, Sabtu
Dokternya mau ketemu katanya, jadi USG lagi. Ovary kanan & kiri udah banyak folikel telurnya, tapi masih kecil2. Dr bilang seharusnya udah sekitar 1.6 cm, tapi ini masih 1.3 cm. Jadi dosisnya ditambah. Penambahan biaya per sekali suntik 750rb.
Dosis dinaikkan jadi 300iu & Cetrotide 0.25mg.

13 Sept, Minggu
Suntik ke-9, 300iu & Cetrotide 0.25mg.
USG, ovary kanan & kiri @>10.

14 Sept, Senin
Suntik ke-10, 300iu & Cetrotide 0.25mg.

15 Sept, Selasa
Suntik ke-11, 300iu & Cetrotide0.25mg.
USG

17 Sept, Kamis
OPU jam 12.00.
Didapat 28 telur... wow... banyaknya... 😱
Seabis OPU pas di ruang pemulihan, dibangunin sama dr nya, katanya yang kanan dapet 11, yang kiri belum tau. Pas udah boleh minum dll baru dr bilang kalau dapet 28.
Semoga aja bisa dapat embrio excellent 😊
Cygest 10 pcs.

19 Sept, Sabtu
Ditelp rs ada obat tambahan dari dr, jd sekalian kontrol ke rs. Dr blg gpp, ga sampai OHSS, perutnya ga keras.
Caberlin 0.25mg 10 pcs.
Progynova 10 pcs.

22 Sept, Selasa
Jam setengah 10an ditelp embriologist, bisa jadi ETnya besok, katanya mau diskusi dl sama dr nya.
Siang ditelp sama susternya, dijadwalin jadi hari ini jam 4 sore, tapi baru mulai jam 5 seperempat karena dokternya ada operasi. Seperti biasa dijelasin dulu sama embriologist ada berapa embrio. Dari 28 telur dibuahi ada 17 embrio, dari 17 embrio ada 5 yang berkembang sampai jadi morula. Ditransfer 3, kualitas moderate, sisa embrio 2 dilihat lagi sampai besok jadi blastocyst ga. Kalau sampai jadi blastocyst mau difrozen.
Trims, Tuhan... semoga kali ini kami bisa dipercaya lagi untuk punya anak.
Kali ini nginep di kamar kelas 1, jadi sekamar sendirian, kata suamiku biar bisa istirahat.
Obat kali ini lumayan mahal, karena ditambahin Caberlin untuk mencegah OHSS.
Cygest 15, Caberlin 10, Progynova 21, Prolutan 1 ampul.

24 Sept, Kamis
Cek out dari rumah sakit. Baru keluar jam setengah duaan karena nungguin dokternya lama.

26 Sept, Sabtu
Suntik Prolutan.

30 Sept, Rabu
Suntik Prolutan.

3 Okt, Sabtu
Cek bHCG di Biotest, hasilnya <0.6.

Hasil yang sekarang ini lebih rendah dari yang ketiga kemarin. Mungkin karena kualitas embrionya juga yang masih kurang bagus.
Sisa 2 embrio, disarankan tidak untuk dithawing karena kualitasnya pun lebih buruk daripada 3 yang ditransfer kemarin.

Oh Tuhan... aku merasa...
Sedih... iya jelas... sedih sampai mau nangis juga udah ga bisa keluar air mata.
Marah... udah ga punya tenaga untuk marah rasanya.
Yang paling amat sangat kurasakan yaitu... LELAH... ya, lelah berkepanjangan...
Entah kenapa waktu kemarin September itu kontrol, tiba2 aja terpikir untuk coba program ulang... jawabannya sederhana, karena kondisi tubuhku yang memungkinkan untuk itu.
Juni sempat kontrol ke dokter dan berencana untuk program setelah jeda 3 bulan dari bulan Maret. Tapi keadaan ga mengijinkan, rahimku dalam kondisi ga prima, tebal dinding rahimnya belum kembali ke normal, selain itu juga ditemukan kista di ovary kanan dengan diameter sebesar 2 cm. Jadi dokter menyarankan ditunda dulu, karena kalau dilanjut pun kondisinya ga bagus.

Tapi apa yang bisa kukatakan?
Saat melihat anakku tumbuh sehat dan normal... itu mengikis rasa sedihku.
Saat melihat anakku tersenyum dan tertawa... itu membuat hatiku damai, membuang rasa luka dalam2.
Terlebih saat aku bisa memeluk dan mencium anakku... membuatku melupakan segala hal yang menyakitkan hati. Juga saat aku bisa berada dalam pelukan suamiku yang selalu mendukung... membuat duniaku hangat.
Seakan semua bisa kulalui dengan tegar.

Tahun ini penuh dengan banyak sekali perjuangan bagiku. Masih belum terpikir akan bagaimana selanjutnya.
Saat datang ke rs untuk membicarakan mengenai frozen embrioku, dokter menyarankan untuk beristirahat selama kurang lebih 3 bulan, dan setelah itu dalam waktu dekat disarankan untuk program ulang lagi, kira2 bulan Februari.
Tapi aku menolak dengan tegas. Aku bilang aku lelah, dan butuh waktu membangun kepercayaan diri untuk menghadapi program yang berikutnya, kalaupun kami berencana untuk itu.

Sunday, 27 September 2015

Sedikit curhat

27.09.2015

Menunggu itu rasanya tidak mengenakkan, penuh pertanyaan, rasa gelisah, sampai tidak bisa tidur.
Sempat buka2 forum mengenai bayi tabung. Diceritakan ada seorang istri yang sudah memiliki seorang putra melalui hasil IVF pertama dan langsung berhasil. Ia ingin memiliki anak lagi, tapi dengan segala kendala yang dihadapi, harus melalui program IVF lagi, ia merasa penuh pertanyaan dalam hidupnya. Ia merasa bahwa ia sudah merawat dan mendidik anaknya dengan baik, melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh layaknya seorang ibu. Tapi kenapa untuk memiliki anak lagi ia harus melalui LAGI proses IVF ini.
Sejujurnya... aku juga merasakan hal yang sama. Aku pernah mengeluh dan menangis di hadapan suamiku... aku bertanya apa yang salah dengan diriku? Mengapa Tuhan memberikan semua ini padaku? Aku sudah merawat dan mendidik anakku dengan baik, dari berusaha sekuat tenaga memberikan ASI, saat masanya MPASI aku berusaha semaksimal mungkin tidak pernah memberikan makanan instan pada anakku, semua kubuat sendiri dengan tanganku, dari membuat tepung beras sampai saat usianya 11 bulan ia bisa makan nasi dengan lauk walaupun masih tanpa gulgar. Tidak pernah seharipun ia terpisah dariku, kecuali saat aku harus menginap di rs. Setiap perkembangan anakku selalu kupantau.
Semua pekerjaan rumah kulakukan sendiri.
Apa yang salah dengan diriku? Sering aku bertanya pada Tuhan, apakah aku telah berbuat salah sebegitu besarnya hingga Tuhan masih memberikan cobaan ini bertubi-tubi? Mengapa Tuhan tidak memberikan kemudahan untukku untuk memiliki anak berikutnya?
Itu sekian banyak pertanyaan yang menggelayuti hatiku.
Bagaimana dengan orang lain, yang mudah sekali memiliki anak tapi dengan tidak bertanggung jawab melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu bahkan membuang anak mereka. Mengapa mereka masih dengan mudahnya diberikan anak terus-menerus? Mereka yang dengan mudah memiliki anak, membawa anak mereka untuk mengemis di jalanan, tapi masih dengan entengnya memiliki anak lagi hingga beberapa orang. Mereka tidak bisa memberikan kehidupan yang layak pada anak2 mereka, tapi Tuhan masih memberikan kemudahan itu pada mereka.
Aku ingin sekali marah kalau melihat keadaan yang seperti itu.
Tapi aku bisa apa? Aku hanyalah seorang manusia yang tidak bisa melakukan apa2 selain melaksanakan tugasku yang memang seharusnya dengan sebaik mungkin. Mengapa aku mencoba membandingkan diri dengan mereka?
Saat aku merasa sedih dan teringat kembali semua kesulitan yang kuhadapi, aku merasa amat sangat terpuruk, tapi sama sekali tidak ada yang bisa kulakukan... selain hanya berdoa dan berusaha.
Aku merasa sangat beruntung sekali memiliki suami yang selalu mendukung bagaimanapun keadaanku.
Ia pernah berkata, sekalipun kami tidak dikaruniai anak, ia akan tetap menua bersamaku, ia menikahiku tujuannya bukan untuk memiliki anak, anak itu adalah bonus, ia ingin hidup bersamaku. Kata2nya berhasil membuatku menangis dalam diam dan membuat lega hatiku.

Apapun cobaan yang kita hadapi, yakinlah kita akan bisa mengatasinya. Aku jadi ingat cerita saat aku berjalan di pantai, aku hanya melihat sepasang jejak kaki saat aku menengok ke belakang. Mengapa Tuhan tidak mau berjalan bersamaku?
Tapi jawab Tuhan adalah di situ hanya ada sepasang jejak kaki, karena Ia menggendongku 👦

Saturday, 27 June 2015

Bayi tabungku yang ketiga (IVF)

27.06.2015

Emily udah full disapih sebulanan, karena kami berencana untuk punya anak lagi. Dokter anak Emily & dokter kandunganku ga menyarankan menjalani program bayi tabung dengan masih menyusui, jadi Emily disapih betul2 lepas usia 20 bulan.
Sebulan sebelum menjalani program ini, aku kontrol lagi ke dokter kandungan, dan dokter pun seperti biasa mencoba dulu dengan memberikan obat oral. Hasil dari USG folikel yang berkembang tetap ovary kanan, yang kiri kurang. Dokter berharap kalau folikel2 itu saat lepas bisa berpindah ke sebelah kiri.

Tapi teryata masih gagal, dan aku pun dapat haid.
Program yang ketiga ini aku pindah rumah sakit, bukan lagi di RSHS tapi di RSIA Limijati. Di Bandung hanya ada 3 rs yang mempunyai klinik bayi tabung.

13 Maret, Jumat
Haid hari pertama, USG di Limijati.
Besok hari ke-2 mulai suntik & udah harus bayar separonya. Tes darah dll juga besok.

14 Maret, Sabtu
Suntik FSH pertama, 150 iU.
Cek lab LH, FSH, Prolaktin, Estradiol, Progesteron, hepatitis A, anti HIV.

15 Maret, Minggu
Suntik kedua, 150iU.

16 Maret, Senin
Suntik ketiga, 150iU.

17 Maret, Selasa
Suntik keempat, 150iU.

18 Maret, Rabu
Suntik kelima, 150iU.
USG, ovarium kanan 5 folikel telur, ovarium kiri 8 folikel telur.
Cek sperm.

19 Maret, Kamis
Suntik keenam, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.
Bekas suntikan kali ini bikin memar biru di bekas suntikan Cetrotide 😭 Sejak kemarin suntik Cetrotide merah & gatel2.

20 Maret, Jumat
Suntik ketujuh, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.
USG, total folikel ovarium kanan & kiri 21.

21 Maret, Sabtu
Suntik kedelapan, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.

22 Maret, Minggu
Suntik kesembilan, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.

23 Maret, Senin
Suntik kesepuluh, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.
USG, total folikel 26.

24 Maret, Selasa
Suntik kesebelas, 150iU & Cetrotide 0,25 mg.
Cek estradiol & Progesteron.
Jam 12 malem suntik Ovidrel.

25 Maret, Rabu
Istirahat di rumah persiapan OPU besok jam 12 siang, harus udah di rumah sakit jam 11 siang. Mulai jam 12 malem puasa, maks jam 5 pagi.

26 Maret, Kamis
OPU jam 12 siang. Puasa dari jam 12 malem tadi malem.
Hasil OPU didapat 19 telur. Yang 7 mungkin kosong.
Semoga aja bisa jadi embrio yang bagus2 & bisa disimpan.
Dikasih obat Cygest 10 pcs & Progynova 11pcs.
Susternya bilang ada pendarahan kecil, pulang ke rumah, sakitnya makin menjadi 😭

31 Maret, Selasa
ET sekitar jam setengah dua siang. Dijelasin sama dokter, dari 19 sel telur ada 16 yang dibuahi, 3 abnormal. Yang berkembang jadi embrio ada 11, tapi yang berkembang jadi blastosis ada 2, 1 kualitas bagus, 1 early blastosis. Sedih juga sih, dari 19 cuma jadi 2 😢
Tapi berdoa aja semoga dua-duanya bisa tumbuh & berkembang sehat 😊 jadi Emily punya dua dede.
Susternya bilang ETnya lancar 😁
ETnya sendiri cepet, ga kerasa apa2. Disuntik obat penguat di pantat, pegel 😑
Mana obat penguat suntiknya 4 hari sekali.
Jadwal tes darah tanggal 11, jadi deg2an 😄

Obat penguat Prolutan 4 ampul, Cygest 38, Progynova 37

3 April, Jumat
Selesai ET nginep di rumah sakit sehari sampai hari Rabu. Rabu keluar rs & cek in hotel. Kemaren pulang dari hotel. Jadi sekarang udah di rumah. Istirahat tapi ga sebedrest waktu Emily dulu. Sekarang masih bangun2 buat cuci piring, cuci baju, nyapu dll, tapi ga yang berat2.
Semoga hasilnya minggu depan beneran positif.

11 April, Sabtu
Subuh2 kebangun, cobain tespack karena udah ga bisa tidur lagi. 2 kali nyobain, hasilnya negatif. Rasanya sediiih banget... tapi ya mau gimana lagi. Dari kemaren2 udah kepikiran kok badan kayak ga ada gimana2 kaya waktu Emi. Siang ditelepon ke hp, Nico yang angkat. Kata dokter, hasilnya minim sekali, tapi besok tetep diminta suntik, Senin diminta cek darah ulang.
Aku sms susternya nanyain berapa kadar bhcg-nya. Kata susternya <2. Yah... udah pesimis sih sebenernya kalo di bawah 2. Kalau masih di atas 50 aku masih bisa berharap. Sekarang udah pasrah ajalah, mau gagal pun ya sudahlah 😢
Mungkin memang belum waktunya Tuhan kasih.

Total biaya yang dikeluarkan semua (sudah termasuk cek lab, sperm, USG, obat penguat, rawat inap) Rp66.324.000.

Rencana bulan Mei mau coba lagi program, tapi ternyata aku ga dapat haid. Bulan Juni ini kmrn dapat haid dan kontrol karena tetap berencana mau hamil lagi.
Tapi saat USG ditemukan kista di ovary kanan sebesar 2,5 cm dan juga endometrium yang tebalnya masih 1,2 cm (seharusnya tebal endometrium sudah di bawah 1 cm), jadi dokter menyarankan untuk menundanya.
Kalaupun dipaksakan mau program bulan ini juga, kista harus disedot & dikasih obat supaya endometriumnya luruh. Waktu aku tanya bagaimana proses sedot kista, dokter bilang seperti OPU dan langsung aku menolak. Obat untuk endometrium juga akan bikin perut mulas seperti mau melahirkan. Jadi jelas2 dua2nya kutolak 😄, bukan apa2, bafanku udah terlalu banyak masuk obat. Kalau misalnya bisa tanpa obat dan prosedur bius2an itu kenapa ngga? Kami undur gpp, asalkan badanku bisa beristirahat.
Mungkin nanti tunggu waktu yang tepat lagi untuk memulai.

Wednesday, 24 June 2015

24.06.2015

Lama ga buka2 blog 😆
Bulan ini bener2 lagi sibuk... tanggal 5 lahiran ponakan (anak pertama kakakku), tanggal 6 nikahan adikku sekaligus ulang tahun Emily. Tanggal 7 acara makan siang ulang tahun Emily.
Jadi kronologisnya tanggal 4 itu aku pergi ke rs antar kakak ipar kontrol karena kandungannya sudah waktunya, sekaligus vaksin Emily. Jadi sampai sore aku di rs menunggu karena kakak iparku ternyata sudah bukaan 1 tapi ga ada mules sama sekali & dianjurkan untuk diinduksi.
Akhirnya lahirlah ponakanku tanggal 5 Juni jam setengah 1 malam.
Tanggal 6 Juni acara nikahan adikku. Jadi seharian sibuk dari pagi sampai malam.
Tanggal 7 acara makan siang ulang tahun Emily dengan keluarga besar suami.
Acara yang berturut2 bikin Emily sakit, mungkin karena kecapean sampai pada batasnya. Aku & suami juga tertular sakit batuk dari Emily, bahkan sampai sekarang batuknya masih bersisa.
Senin minggu lalu aku sempat kontrol lagi ke dokter kandungan karena baru dapat haid setelah bulan lalu terlewat.
Kami berencana untuk mulai program bayi tabung lagi yang keempat.
Keempat??? Ya... keempat 😊
Yang ketiga sudah aku jalani Maret lalu dan hasilnya cukup mengecewakan karena gagal. Dengan 19 ovum yang didapat dan menghasilkan 2 embrio kualitas excelent, masih belum mampu memberi kami kabar bahagia 😢
Tapi aku masih mau berusaha & belum cukup menyerah sampai saat ini.
Dan... ga cukup sampai di situ, masih kabar buruk menggelayut di pundakku. Saat periksa, dokter menemukan kista sebesar 2.5 cm di ovary kanan, juga dengan ketebalan endometrium yang tidak seharusnya (seharusnya sudah kurang dari 1 cm, tapi ketebalan endometriumku saat itu masih 1.2 cm), menghalangi rencana kami.
Dokter menyarankan untuk ditunda dulu. Jadi kami menunda program bayi tabung ini, dengan harapan kistaku bisa hilang dengan sendirinya sesuai waktu yang kami harapkan.
Dokter sempat memberi pilihan apa kista itu mau disedot, dengan proses yang hampir sama dengan proses OPU, aku jelas langsung menolak. Bukan apa2, badanku sudah terlalu banyak dapat obat, jadi merasa sudah lelah & sudah cukup. Kalau memang bisa tanpa bantuan obat lagi, kenapa ngga kucoba cara alami?
Jadi sekarang aku hanya bisa menunggu dan mencoba untuk istirahat sebanyak mungkin.
Next aku mau jabarkan proses dan biaya bayi tabung ketiga kami yang gagal, semoga bisa membantu bagi pasangan yang juga ingin mendapatkan buah hati dengan cara yang sama, dengan sedikit bayangan dari proses yang sudah kulalui.

Tuesday, 28 April 2015

About gadget

28 April 2015

Di jaman sekarang yang perkembangan teknologi sudah maju pesat, terutama gadget semacam hp & tablet, apakah mungkin kita hidup tanpa ikut terbawa arus?

Sebagai orang tua, jujur saya juga ga mau Emily "terpukau" oleh kecanggihan para gadget ini. Tapi jujur lagi, kayanya 100% lepas dari mereka pun dirasa ga mungkin. Berbeda dengan jaman saya masih kecil yang bahkan telepon pun belum semua rumah punya.
Terjadi pada Emily, dan saya juga sebetulnya heran. Beberapa minggu terakhir ini, Emily suka ngoceh2 ga jelas. Saya pikir memang masanya dia lagi belajar bicara. Bukan cuma saya yang bingung, papa Emily pun bingung dengan ocehan ga jelas ini karena rata2 kami tau apa yang dimaksud kalau ia bicara dengan keterbatasan kosakatanya yang sekarang itu.
Ga sengaja dua hari lalu, saat memandikan pagi hari, saya iseng mencoba mengajarkan berhitung dalam bahasa Inggris, yang hasilnya mencengangkan. Ternyata ocehan Emily itu adalah berhitung dalam bahasa Inggris, dan ia hafal dari 1 sampai 10, cuma angka 5 & 9 yang selalu terlewat. Tapi tentu aja dengan pelafalannya yang terbatas 😁
Saya & suami pun heran, karena diantara kami berdua ga ada yang mengajari Emily hal itu. Papa Emily tetap berpegang bahwa Emily harus belajar bahasa Indonesia terlebih dulu, & ia enggan kelak menyekolahkan Emily di sekolah yang full menggunakan bahasa Inggris, karena itu saya urung mengajarkan kosakata dalam bahasa Inggris di masa2 sekarang saat ia baru mulai belajar bicara.
Kesimpulan kami berujung pada tablet yang Emily pakai untuk sarana bermainnya.
Memang penggunaan tablet itu ga kami batasi, tapi kami mengawasinya. Tablet yang kami khususkan untuk ia pakai hanya berisi film2 kartun kesenangannya & game2 anak2 seusianya, tanpa ada koneksi internet dan fasilitas telepon.
Kemungkinan besar Emily mengerti angka2 bahasa Inggris itu dari salah satu game mengeja.

Papa Emily sampai bilang bahwa menghapuskan sama sekali pengenalan gadget pada anak juga tidak bisa sepenuhnya dilakukan. Karena tanpa kami sadari, anak pun bisa belajar sendiri, tanpa kami ajari, hanya dengan melihat dan mendengar melalui game. Dengan catatan, film atau game yang ia tonton/mainkan wajib kita awasi.

*selain mengenal angka dalam bahasa Inggris, tablet juga ternyata membantu Emily mempelajari suara2 binatang dan perilakunya.